- Latihan soal sebaiknya digunakan untuk menemukan kelemahan, bukan hanya mengejar jumlah soal yang selesai.
- Penalaran Umum mencakup Penalaran Induktif, Deduktif, dan Kuantitatif.
- Pengetahuan Kuantitatif dan Penalaran Matematika merupakan subtes berbeda sehingga cara latihannya juga tidak sepenuhnya sama.
- Latihan soal berfungsi mengasah kemampuan tertentu, sedangkan try out membantu mensimulasikan performa ujian secara lebih menyeluruh.
Halo Sahabat Latis Supercamp!
Mencari kumpulan soal UTBK sebaiknya tidak berhenti pada mengerjakan soal lalu mencocokkan kunci jawaban. Latihan akan lebih berguna jika kamu mengetahui kemampuan apa yang sedang diuji, memahami alasan di balik jawaban yang benar, lalu menggunakan hasilnya untuk menentukan materi yang perlu diperbaiki.
Di bawah ini tersedia contoh soal original untuk tujuh subtes UTBK, lengkap dengan kunci dan pembahasan. Soal dibuat sebagai latihan, bukan soal resmi atau bocoran UTBK.

Seperti Apa Materi UTBK SNBT?
Materi UTBK dalam SNBT pada struktur terdiri atas dua kelompok, yaitu Tes Potensi Skolastik dan Tes Literasi. Keduanya terbagi menjadi tujuh subtes yang mengukur kemampuan berbeda.
Tes Potensi Skolastik (TPS)
TPS mengukur kemampuan kognitif yang berkembang melalui proses belajar dan pengalaman serta relevan dengan keberhasilan dalam pendidikan formal. TPS terdiri atas empat subtes:
- Penalaran Umum;
- Pengetahuan dan Pemahaman Umum;
- Pemahaman Bacaan dan Menulis; dan
- Pengetahuan Kuantitatif.
Tes Literasi
Tes Literasi terdiri atas:
- Literasi dalam Bahasa Indonesia;
- Literasi dalam Bahasa Inggris; dan
- Penalaran Matematika.
Fokusnya bukan sekadar mengingat informasi, melainkan memahami, menggunakan, mengevaluasi, dan menalar informasi yang disajikan melalui teks maupun konteks matematis.
Apa Saja Jenis Soal yang Diujikan dalam UTBK?
UTBK memiliki tujuh subtes, yaitu Penalaran Umum, PPU, PBM, Pengetahuan Kuantitatif, Literasi Bahasa Indonesia, Literasi Bahasa Inggris, dan Penalaran Matematika.
| Subtes | Kompetensi Utama | Contoh Fokus Latihan |
| Penalaran Umum | Menarik kesimpulan dan memecahkan masalah baru | Induktif, deduktif, kuantitatif |
| Pengetahuan dan Pemahaman Umum | Memahami informasi dan penggunaan bahasa | Makna kata, hubungan makna, konteks |
| Pemahaman Bacaan dan Menulis | Memahami serta menyusun informasi tertulis | Kalimat, paragraf, ide, efektivitas |
| Pengetahuan Kuantitatif | Menggunakan pengetahuan matematika dasar | Bilangan, aljabar, rasio, perhitungan |
| Literasi Bahasa Indonesia | Memahami dan menalar teks | Ide utama, inferensi, evaluasi informasi |
| Literasi Bahasa Inggris | Memahami teks berbahasa Inggris | Main idea, inference, vocabulary |
| Penalaran Matematika | Menggunakan matematika dalam masalah kontekstual | Model, hubungan data, interpretasi |
Tabel tersebut dapat digunakan sebagai roadmap latihan. Jika satu subtes masih sering menghasilkan kesalahan, kamu bisa memperbesar porsinya pada latihan berikutnya.
Latihan Soal Penalaran Umum UTBK SNBT
Penalaran Umum menguji kemampuan menggunakan informasi untuk membentuk atau mengevaluasi kesimpulan. Bagian ini terdiri atas penalaran induktif, deduktif, dan kuantitatif.
Contoh Soal Penalaran Induktif
Perhatikan pola berikut.
- Tanaman A memperoleh cahaya selama 8 jam dan tumbuh 6 cm.
- Tanaman B memperoleh cahaya selama 6 jam dan tumbuh 4 cm.
- Tanaman C memperoleh cahaya selama 4 jam dan tumbuh 2 cm.
Berdasarkan data tersebut, simpulan paling masuk akal adalah …
A. Setiap tambahan 2 jam cahaya selalu membuat semua jenis tanaman tumbuh 2 cm lebih tinggi.
B. Pada ketiga tanaman yang diamati, durasi cahaya yang lebih lama berkaitan dengan pertumbuhan yang lebih besar.
C. Cahaya merupakan satu-satunya faktor yang memengaruhi pertumbuhan tanaman.
D. Tanaman yang mendapat cahaya kurang dari 4 jam pasti tidak tumbuh.
E. Semua tanaman membutuhkan tepat 8 jam cahaya agar tumbuh maksimal.
Jawaban: B
Pilihan B paling sesuai karena hanya menyimpulkan pola yang benar-benar ditunjukkan data. A, C, D, dan E melakukan generalisasi terlalu jauh.
Contoh Soal Penalaran Deduktif
Semua peserta kelompok A mengikuti latihan Penalaran Matematika.
Sebagian siswa kelas XII merupakan peserta kelompok A.
Simpulan yang pasti benar adalah …
A. Semua siswa kelas XII mengikuti Penalaran Matematika.
B. Sebagian siswa kelas XII mengikuti latihan Penalaran Matematika.
C. Semua peserta latihan Penalaran Matematika adalah siswa kelas XII.
D. Tidak ada siswa selain kelas XII yang mengikuti latihan.
E. Sebagian siswa kelas XII tidak mengikuti latihan.
Jawaban: B
Jika sebagian siswa kelas XII termasuk kelompok A dan semua anggota kelompok A mengikuti latihan Penalaran Matematika, maka sebagian siswa kelas XII pasti mengikuti latihan tersebut.
Contoh Soal Penalaran Kuantitatif
Sebuah kelas latihan berisi 40 peserta. Sebanyak 60% peserta mengerjakan set A dan 75% dari peserta yang mengerjakan set A memperoleh nilai di atas target latihan.
Berapa peserta yang memperoleh nilai di atas target dari kelompok tersebut?
A. 15
B. 16
C. 18
D. 20
E. 24
Jawaban: C
Jumlah peserta set A:
60% × 40 = 24 peserta.
Peserta yang memperoleh nilai di atas target:
75% × 24 = 18 peserta.
Jawaban dan Pembahasan Penalaran Umum
Pada latihan Penalaran Umum, perhatikan seberapa jauh kesimpulan dapat dibuat dari informasi yang tersedia.
Kesalahan yang perlu diwaspadai antara lain:
- membuat generalisasi lebih luas daripada data;
- menambahkan asumsi yang tidak disebutkan;
- tertukar antara “sebagian” dan “semua”;
- melakukan perhitungan sebelum memahami hubungan antarangka.
Baca juga: contoh soal UTBK Penalaran Umum

Latihan Soal Pengetahuan dan Pemahaman Umum UTBK
Pengetahuan dan Pemahaman Umum menguji kemampuan memahami serta menggunakan informasi dan bahasa secara tepat.
Contoh Soal
Perhatikan kalimat berikut.
“Pemerintah kota berupaya memitigasi risiko banjir dengan memperbaiki saluran air dan memperluas daerah resapan.”
Makna kata memitigasi dalam kalimat tersebut paling dekat dengan …
A. menghilangkan seluruh penyebab
B. memperkirakan secara tepat
C. mengurangi dampak atau risiko
D. memindahkan permasalahan
E. mempercepat terjadinya sesuatu
Jawaban: C
Jawaban dan Pembahasan
Kata mitigasi merujuk pada tindakan untuk mengurangi risiko atau dampak dari suatu ancaman. Perbaikan saluran dan daerah resapan tidak menjamin banjir hilang sama sekali, sehingga A terlalu mutlak.
Saat mengerjakan tipe seperti ini, jangan hanya melihat arti kata secara terpisah. Gunakan konteks seluruh kalimat untuk menguji pilihan jawaban.
Latihan Soal Pemahaman Bacaan dan Menulis UTBK
Subtes Pemahaman Bacaan dan Menulis menuntut peserta memahami hubungan antarbagian teks serta memilih bentuk penyampaian informasi yang paling efektif.
Contoh Soal
Perhatikan paragraf berikut.
(1) Banyak sekolah mulai memanfaatkan platform digital sebagai pendukung pembelajaran.
(2) Platform tersebut memungkinkan materi disimpan dan diakses kembali oleh siswa.
(3) Oleh karena itu, siswa sama sekali tidak memerlukan penjelasan guru di kelas.
(4) Teknologi juga dapat membantu guru membagikan latihan dan memantau pekerjaan siswa.
Kalimat yang paling tidak mendukung kepaduan paragraf adalah …
A. kalimat (1)
B. kalimat (2)
C. kalimat (3)
D. kalimat (4)
E. semua kalimat mendukung
Jawaban: C
Jawaban dan Pembahasan
Paragraf membahas teknologi sebagai pendukung pembelajaran. Kalimat (3) justru menyimpulkan bahwa guru sama sekali tidak diperlukan, padahal informasi sebelumnya tidak mendukung kesimpulan tersebut.
Saat mengerjakan PBM, periksa:
- ide utama;
- fungsi setiap kalimat;
- hubungan logis antarkalimat; dan
- apakah ada pernyataan yang terlalu jauh dari gagasan utama.
Baca juga: contoh soal PBM UTBK dan jawaban
Latihan Soal Pengetahuan Kuantitatif UTBK
Pengetahuan Kuantitatif berkaitan dengan penggunaan pengetahuan matematika dasar untuk menyelesaikan persoalan kuantitatif.
Contoh Soal
Jika
3x + 5 = 23,
nilai dari 2x – 4 adalah …
A. 4
B. 6
C. 8
D. 10
E. 12
Jawaban: C
Jawaban dan Pembahasan
Dari:
3x + 5 = 23
maka:
3x = 18
x = 6.
Sehingga:
2x – 4 = 2(6) – 4 = 8.
Latihan Pengetahuan Kuantitatif sebaiknya tidak hanya mengejar hitungan cepat. Pastikan operasi dasar, aljabar, rasio, persentase, serta interpretasi angka sudah cukup stabil sebelum beralih ke set yang lebih kompleks.
Latihan Soal Literasi Bahasa Indonesia UTBK
Literasi Bahasa Indonesia menguji kemampuan memahami, menggunakan, dan menalar informasi dalam teks berbahasa Indonesia.
Contoh Soal
Bacalah teks berikut.
Kota A menambah jalur sepeda pada sejumlah ruas utama. Kebijakan tersebut bukan hanya bertujuan menyediakan ruang bagi pesepeda, tetapi juga mendorong warga mempertimbangkan moda transportasi alternatif untuk perjalanan jarak pendek. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada keterhubungan jalur, keamanan persimpangan, dan akses menuju transportasi umum.
Pernyataan yang paling sesuai dengan teks adalah …
A. Penambahan jalur sepeda pasti mengurangi seluruh kemacetan.
B. Jalur sepeda hanya berguna bagi warga yang tidak menggunakan transportasi umum.
C. Keberhasilan kebijakan jalur sepeda dipengaruhi oleh integrasi dengan unsur transportasi lainnya.
D. Transportasi umum harus digantikan oleh sepeda.
E. Semua perjalanan jarak pendek harus menggunakan sepeda.
Jawaban: C
Jawaban dan Pembahasan
Kalimat terakhir menyebut keterhubungan jalur, keamanan persimpangan, dan akses menuju transportasi umum sebagai faktor penting. Karena itu, C paling sesuai.
Pilihan lainnya membuat klaim absolut yang tidak terdapat dalam bacaan.
Teknik sederhana yang dapat digunakan:
Pertanyaan → cari bukti dalam teks → cocokkan makna → eliminasi opsi yang menambahkan asumsi.
Latihan Soal Literasi Bahasa Inggris UTBK
Literasi Bahasa Inggris menilai kemampuan memahami dan menalar informasi dari teks berbahasa Inggris, bukan sekadar menerjemahkan setiap kata.
Contoh Soal
Read the following passage.
Remote work gives employees greater flexibility in choosing where they work. However, flexibility alone does not automatically improve productivity. Clear communication, suitable technology, and realistic workload management remain important for teams working from different locations.
What is the main idea of the passage?
A. Remote work always increases productivity.
B. Employees should avoid working from home.
C. Technology is the only factor affecting remote work.
D. Remote work offers flexibility, but effective supporting practices are still necessary.
E. All employees prefer flexible working arrangements.
Jawaban: D
Jawaban dan Pembahasan
Kalimat pertama memperkenalkan fleksibilitas, kemudian dua kalimat berikutnya memberi batasan: fleksibilitas saja tidak cukup dan masih diperlukan komunikasi, teknologi, serta manajemen beban kerja.
Karena itu, D merangkum keseluruhan paragraf dengan paling tepat.
Jangan memilih A karena teks secara eksplisit menyatakan fleksibilitas tidak otomatis meningkatkan produktivitas.
Baca juga: contoh soal Literasi Bahasa Inggris UTBK
Latihan Soal Penalaran Matematika UTBK
Penalaran Matematika menguji penggunaan konsep matematika dalam persoalan kontekstual. Peserta perlu memahami situasi, menentukan model yang sesuai, melakukan perhitungan, lalu menafsirkan hasilnya.
Contoh Soal
Sebuah layanan transportasi mengenakan biaya awal Rp8.000 dan biaya Rp3.000 untuk setiap kilometer perjalanan.
Rina memiliki anggaran maksimal Rp38.000. Jika tidak ada biaya tambahan, jarak maksimum yang dapat ditempuh adalah …
A. 8 km
B. 9 km
C. 10 km
D. 11 km
E. 12 km
Jawaban: C
Jawaban dan Pembahasan
Misalkan jarak perjalanan = x km.
Total biaya:
8.000 + 3.000x ≤ 38.000
3.000x ≤ 30.000
x ≤ 10.
Jadi jarak maksimum yang dapat ditempuh adalah 10 km.
Hal penting pada soal ini bukan hanya operasi hitung, tetapi menerjemahkan informasi menjadi pertidaksamaan dan memahami arti “maksimal”.
Baca juga: soal Penalaran Matematika UTBK SNBT
Bagaimana Cara Menggunakan Latihan Soal UTBK agar Lebih Efektif?
Latihan soal UTBK akan lebih efektif jika setiap pengerjaan diikuti koreksi, analisis kesalahan, review konsep, dan latihan ulang. Pola ini membuat soal berfungsi sebagai alat diagnosis, bukan hanya aktivitas rutin.
Kerjakan Soal dengan Batas Waktu
Latihan tanpa batas waktu berguna ketika kamu masih mempelajari konsep. Namun, setelah mulai memahami tipe soal, tambahkan batas waktu agar terbiasa membuat keputusan dengan lebih cepat.
Tidak semua latihan harus langsung menyerupai simulasi UTBK penuh. Gunakan dua mode:
- mode belajar: fokus memahami reasoning;
- mode waktu: fokus akurasi sekaligus kecepatan.
Catat Soal yang Salah dan Sulit
Buat error log sederhana.
| Subtes | Status | Penyebab | Tindak Lanjut |
| Penalaran Umum | Salah | Kesimpulan terlalu luas | Latihan inferensi |
| PBM | Sulit | Ide utama tidak terbaca | Latihan struktur paragraf |
| PK | Salah | Aljabar | Review konsep |
| Literasi Inggris | Sulit | Vocabulary in context | Latihan membaca kontekstual |
Catatan semacam ini lebih berguna daripada hanya menulis “nilai hari ini 70”.
Analisis Penyebab Kesalahan
Kesalahan dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis:
- Konsep — belum memahami pengetahuan yang dibutuhkan.
- Pemahaman soal — mengetahui konsep, tetapi salah membaca pertanyaan.
- Penalaran — informasi sudah dipahami, tetapi hubungan logisnya keliru.
- Ketelitian — proses benar tetapi terjadi salah hitung atau salah memilih.
- Waktu — mampu mengerjakan, tetapi terlalu lama.
Tindakan perbaikannya harus berbeda.
Pelajari Kembali Konsep yang Belum Dikuasai
Jika kesalahan berasal dari konsep, membaca kunci jawaban saja belum cukup.
Kembali ke materi dasar, kerjakan satu atau dua contoh sederhana, kemudian coba lagi soal dengan kompetensi serupa.
Ulangi Latihan dengan Tipe Soal Serupa
Gunakan siklus:
Kerjakan → Koreksi → Temukan penyebab → Review → Latihan ulang
Jangan langsung berpindah ke puluhan soal baru jika kesalahan yang sama terus berulang.
Bagaimana Strategi Mengerjakan Soal UTBK?
Strategi mengerjakan soal UTBK perlu menggabungkan pemahaman instruksi, pengelolaan waktu, prioritas soal, dan eliminasi pilihan berdasarkan informasi yang tersedia.
Pahami Instruksi dan Informasi pada Soal
Sebelum menghitung atau memilih jawaban, pastikan kamu memahami:
- apa informasi yang diberikan;
- apa yang ditanyakan;
- batasan dalam soal;
- kata seperti “paling tepat”, “tidak benar”, “maksimum”, atau “pasti”.
Kesalahan membaca satu kata dapat mengubah arah jawaban.
Kelola Waktu pada Setiap Subtes
UTBK-SNBT secara resmi memiliki durasi keseluruhan 195 menit tanpa waktu istirahat selama tes berlangsung. Pembagian waktunya mengikuti framework setiap subtes. Ketentuan ini perlu diperiksa lagi apabila struktur UTBK periode berikutnya berubah.
Saat berlatih, ukur bukan hanya berapa soal yang benar, tetapi juga berapa lama kamu membutuhkan waktu untuk mencapai jawaban tersebut.
Prioritaskan Soal yang Dapat Dikerjakan
Jika strategi dan sistem ujian memungkinkan kamu berpindah soal dalam bagian yang sedang dikerjakan, jangan menghabiskan terlalu banyak waktu pada satu pertanyaan yang belum menemukan arah penyelesaian.
Tujuannya bukan menghindari soal sulit, tetapi menggunakan waktu secara proporsional.
Gunakan Penalaran untuk Mengeliminasi Pilihan Jawaban
Jika jawaban belum langsung terlihat, evaluasi pilihan satu per satu.
Eliminasi opsi yang:
- bertentangan dengan informasi;
- terlalu absolut;
- menggunakan asumsi tambahan;
- salah secara matematis;
- tidak menjawab hal yang ditanyakan.
Baca juga: tips mengerjakan soal UTBK
Berapa Banyak Soal UTBK yang Sebaiknya Dilatih Setiap Hari?
Tidak ada jumlah soal UTBK per hari yang ideal untuk semua siswa. Jumlah latihan perlu disesuaikan dengan kemampuan awal, waktu yang tersedia, kualitas evaluasi, dan subtes yang menjadi prioritas.
Mengerjakan sedikit soal dengan pembahasan mendalam bisa lebih berguna daripada mengejar banyak soal tetapi mengulang kesalahan yang sama.
Sesuaikan dengan Kemampuan Awal
Jika baru memulai, gunakan set yang lebih pendek agar punya cukup waktu untuk memahami pola soal.
Ketika akurasi dan kecepatan meningkat, jumlah maupun variasi soal dapat diperbesar secara bertahap.
Pertimbangkan Waktu Menuju UTBK
Fase awal persiapan cocok untuk:
konsep → latihan per tipe → evaluasi
Saat mendekati ujian, latihan dapat bergerak menuju:
set campuran → timed practice → try out → evaluasi
Prioritaskan Subtes yang Masih Lemah
Tidak perlu membagi latihan tujuh subtes dengan jumlah yang sama setiap hari.
Jika hasil evaluasi menunjukkan Literasi Inggris stabil tetapi Penalaran Matematika masih banyak salah, porsi latihan dapat diarahkan lebih besar pada Penalaran Matematika tanpa meninggalkan maintenance untuk subtes yang sudah baik.
Gunakan Hasil Evaluasi sebagai Acuan
Alih-alih menentukan target hanya berdasarkan “harus mengerjakan sekian soal”, gunakan indikator:
- akurasi;
- waktu pengerjaan;
- jenis kesalahan;
- konsistensi;
- kemampuan menyelesaikan tipe baru.
| Kondisi | Fokus Latihan | Bentuk yang Bisa Dipakai |
| Fondasi belum kuat | Konsep dan tipe dasar | Soal per topik |
| Mulai stabil | Variasi dan kombinasi | Set campuran |
| Mendekati ujian | Kecepatan dan konsistensi | Timed set + try out |
| Ada subtes lemah | Perbaikan spesifik | Targeted practice |
Persiapkan UTBK SNBT Bersama Latis Supercamp Alumni UI
Latihan mandiri dapat menjadi bagian penting dari persiapan UTBK. Namun, jika hasil evaluasi menunjukkan ada subtes yang terus menjadi kendala, jadwal belajar sulit konsisten, atau kamu membutuhkan pembahasan serta evaluasi yang lebih terstruktur, pendampingan tambahan dapat dipertimbangkan.
Latis Supercamp Alumni UI menyediakan beberapa format persiapan UTBK SNBT yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan siswa, termasuk Intensif Privat UTBK, Online Camp, dan Karantina UTBK 30 Hari.
Untuk kebutuhan pendampingan personal, siswa dapat mempelajari program bimbel UTBK. Jika membutuhkan program dengan intensitas persiapan yang lebih tinggi, tersedia pula informasi mengenai bimbel intensif UTBK.
Program bukan pengganti latihan mandiri. Tujuannya adalah membantu membuat assessment → prioritas belajar → latihan → try out → evaluasi menjadi lebih terstruktur sesuai kondisi siswa.
Jangan biarkan kesempatan masuk PTN impian terlewat begitu saja! Persiapkan dirimu dengan latihan soal Tes UTBK Literasi Bahasa Indonesia secara rutin dan strategi yang tepat. Bergabunglah bersama Bimbel UTBK SNBT SIMAK UI – Latis Education untuk mendapatkan bimbingan terbaik dari tutor berpengalaman. Yuk, hubungi kami sekarang melalui telepon (021) 77844897 atau 0896-2852-2526 serta kunjungi website kami di www.supercampalumniui.com,
Frequently Asked Questions (FAQ)
Tidak, soal UTBK tidak sama persis setiap tahun. Contoh soal atau soal periode sebelumnya dapat digunakan untuk melatih kemampuan dan mengenali karakter soal, tetapi struktur, jumlah, maupun ketentuan ujian dapat berubah. Gunakan framework SNPMB terbaru sebagai acuan utama.
Latihan dapat dimulai sejak siswa sudah memiliki target mengikuti SNBT dan ingin mengetahui kemampuan awalnya. Pada tahap awal, gunakan soal untuk diagnosis. Intensitas kemudian dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kemampuan dan waktu menuju ujian.
Bisa selama memenuhi persyaratan pada tahun seleksi yang diikuti. Untuk UTBK-SNBT 2026, peserta dapat berasal dari lulusan 2024, 2025, dan 2026. Khusus lulusan Paket C, terdapat ketentuan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026. Aturan tersebut harus diverifikasi kembali untuk periode berikutnya.
Latihan soal merupakan bagian penting, tetapi sebaiknya disertai evaluasi, review konsep, latihan manajemen waktu, dan try out. Jika hanya mengerjakan soal tanpa memahami penyebab kesalahan, perkembangan akan lebih sulit dipantau.
Frekuensi try out sebaiknya disesuaikan dengan fase persiapan dan kebutuhan siswa. Beri waktu di antara try out untuk mengevaluasi hasil dan memperbaiki kelemahan. Mengikuti banyak try out tanpa tindak lanjut tidak otomatis membuat persiapan lebih efektif.






